Rabu, 06 April 2011

PRINSIP AGAMA

Tiap agama memiliki konsep atau pendekatan yang berbeda mengenai Tuhannya, namun semua agama pada dasarnya memiliki prinsip yang sama, prinsip universal yang diajarkan oleh Tuhan mereka. "PERLAKUKAN ORANG LAIN SEBAGAIMANA KAU INGIN DIPERLAKUKAN.” Melalui prinsip ini kita tahu bahwa mencuri, membunuh, memperkosa tidak baik, kerena itu merugikan orang lain dan kita tak ingin mengalami hal demikian. Dari prinsip ini kita juga mengetahui bahwa kejujuran, mengasihi, pengampunan, adalah hal yang baik, karena itulah hal yang kita inginkan dari orang lain.


BUDHA:

"...suatu keadaan yang tidak menyenangkan bagiku, bagaimana aku dapat melakukan hal yang sama terhadap orang lain ?" Samyutta Nikaya v. 353

Jangan sakiti orang sebagaimana itu akan menyakiti dirimu." Udana Varga 5:18


HINDU:

"Inilah kesimpulan Dharma: Jangan perlakukan orang lain sehingga menyakitkanmu jika itu dilakukan padamu." Mahabharata 5:1517


KRISTEN:

"Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” Mateus 7:12.


KONG HU CU:

"Ze-Gong bertanya, 'Apakah ada satu kata yang bisa merangkum prinsip kelakuan manusia?' Konfucius menjawab, 'Kata 'XU' -- resiprositas. Jangan berlakukan terhadap orang lain apa yang kau sendiri tidak suka.'" Doctrine of the Mean 13.3


ADAKAH PRINSIP INI DALAM ISLAM? DALAM QURAN DAN HADIS?


TIDAK ADA! Banyak ulama Islam mengajarkan para muslim untuk mengasihi sesamanya. Namun mereka menyatakan demikian berdasarkan hati nuraninya sebagai manusia, sehingga Islam kelihatan seperti agama yang baik. Tidak ada satupun ayat dalam Quran yang menyatakan prinsip universal tersebut. Apa yang dikatakan Muhammad mengenai bagaimana mengasihi?


"Rasulullah mengatakan, 'Tidak ada seorangpun akan memiliki iman sebelum ia menginginkan bagi saudara (MUSLIM) nya apa yang diinginkan bagi dirinya.” (Sahih Bukhari 2:12)


Saudara dalam islam hanyalah mereka yang muslim, yang mengakui Muhammad dan Allahnya. Karenanya kewajiban mencintai manusia hanyalah mencintai sesama muslim, bukan orang lain yang berbeda agama. Hukum Islam mengajarkan bahwa muslim dilarang berdoa bagi non-muslim, dilarang menjenguk orang non muslim yang sakit, dilarang mengucapkan selamat hari raya keagamaan kepada non muslim.


LALU APA YANG DIAJARKAN ISLAM TERHADAP ORANG LAIN, ORANG YANG BERBEDA KEYAKINAN?


Rasulullah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk MEMERANGI orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah,….(Sahih Bukhari 2:24)


Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah KERAS TERHADAP ORANG-ORANG KAFIR, tetapi berkasih sayang terhadap sesama mereka…. (QS 48:29)


Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi teman atau penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka….. (QS 3:28)


Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS 9:123)


Apakah Tuhan yang menciptakan berbagai keanekaragaman mengajarkan hal seperti itu? Kami bersyukur bahwa lebih banyak agama yang mengajarkan prinsip resiprositas universal ini daripada yang mengajarkan prinsip membenci dan membunuh terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Entah apa jadinya dunia ini jika semua agama memakai prinsip yang diajarkan oleh Muhammad tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar